Tuesday, 30 September 2008
Monday, 4 August 2008
Pengurus Sekar Bumi
Susunan Pengurus
Sekar Bumi Hong Kong
Periode 2008 - 2009
Ketua : Anggie Camat
Sekjend : Yukee Muchtar
Bendahara : Keke & Puri Hastomo
Kesekretariatan : Ade
Koordinator Divisi :
Divisi Sastra & Jurnalistik : Sri An, Ruby Setiadinanti
Divisi Pendidikan & Advokasi : Zando Aurilia
Divisi Seni & Budaya : Dwi B. Emas, Deo Mandala Putra
(Divisi Seni & Budaya Meliputi Seni Tari Tradisional dengan koordinator : Tria & Yatmi, Seni Tari Modern & Hip-hop dengan Koordinator Rengga & Ribby, Seni Teater dengan Koordinator Elmi & Sadewa, Seni Musik dengan Koordinator : Kiki & Pras)
Buletin JangkaR : Etik Juwita (Koordinator)
Labels: TENTANG KAMI
Monday, 26 May 2008
O r a s i
Lewat Seni, Kami Melawan
JUTAAN perempuan pergi dari negeri kami. Mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang mereka cintai. Hanya untuk menjadi babu di negeri orang.
Kami, para perempuan itu, melakukannya karena tak ada pekerjaan yang bisa kami lakukan di negeri sendiri.
Kami kemudian memilih pergi, ke tempat yang sama sekali asing, karena kami tahu negeri kami tak punya solusi dari kemelaratan yang membelit keluarga kami.
Negeri kami tak bisa memberikan solusi tentang apa yang akan kami makan esok hari, tentang pendidikan jenis apa yang bisa dicecap anak-anak kami tanpa harus menguras seluruh harta benda kami.
Tapi ternyata kepergian kami tak serta merta menyelesaikan seluruh perkara. Tenaga dan keringat kami dihargai murah hanya karena alasan kami tak becus kerja. Sementara mereka yang mestinya bertanggung jawab memberitahu kami cara berkerja, justru mengutip uang kami semena-mena. Kemudian menyalurkan begitu saja dan cuci tangan terhadap segala perkara.
Tak sedikit dari kami justru menanggung utang, berjuta-juta, bahkan ketika tangan kami belum menerima upah satu dollar pun dari keringat kerja berbulan-bulan yang kami kucurkan.
Kami tahu bahwa mengeluh saja tak akan menyelesaikan masalah. Kami juga tahu bahwa meminta belas kasihan kepada para penguasa adalah sebuah kesia-siaan.
Sejarah mengajari kami bahwa perubahan hanya bisa terjadi oleh upaya kami sendiri. Oleh tangan dan kaki kami sebagai kaum pekerja.
Indonesia, negeri kami, juga berdiri atas keringat kaum pekerja. Indonesia, bangsa kami, menikmati kemerdekaan juga karena perjuangan kaum pekerja.
Yang perlu kami lakukan saat ini adalah berkumpul, berhimpun, bersatu, dan menyebarkan kesadaran seluas mungkin ke kawan-kawan kami, bahwa kami adalah pelopor bagi perubahan nasib kami sendiri.
Seratus tahun lampau, ratusan pemuda di negeri kami melahirkan kesadaran yang sama. Berkumpul, berhimpun, bersatu, dan membagi kesadaran kepada massa rakyat tentang pentingnya membawa Indonesia menuju cita-cita merdeka. Mereka melakukan penyadaran lewat berbagai cara, dengan tujuan sama: Indonesia merdeka.
Kini, di tanah rantau ini, kami tahu bahwa para perempuan seperti kami mulai memiliki kesadaran sama. Berkumpul, berhimpun, dan berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan kaum pekerja.
Ada berbagai cara yang mereka pilih, ada banyak jalur yang mereka tempuh. Tapi kami tahu bahwa tujuan kami sama: kesejahteraan kaum pekerja.
Di Sekar Bumi, lewat tarian yang kami kreasi, lagu dan musik yang kami tampilkan, teater yang kami sajikan, puisi dan cerpen yang kami ciptakan, dan jurnal yang kami kelola, kami tak semata bicara tentang “kami” sebagai individu. Tapi kami sebagai perempuan yang terusir dari tanah dan negeri kami. Kami sebagai kaum pekerja.
Di Sekar Bumi, kami belajar bersuara. Suara yang sungguh berasal dari kami sebagai kaum pekerja. Kami juga belajar meninggalkan jejak feodalisme yang mengakar kuat dalam budaya masyarakat kami. Sebuah budaya yang doyan menjilat ke atas saat kita berada di bawah dan menginjak ke bawah saat kita sudah berada di atas. Sebuah budaya yang membuat kaum buruh kehilangan jati dirinya dan hanya menjadi “bebek” dari sistem yang jelas-jelas tak berpihak pada kaum pekerja.
Di Sekar Bumi, kami berupaya membangun budaya baru. Budaya yang lahir dari keringat kaum pekerja. Budaya yang menaruh hormat pada kemanusiaan dan menolak segala bentuk penindasan.
Sekar Bumi menjadi senjata kami untuk mengatakan “tidak” terhadap segala kesewenang-wenangan dan sistem yang tak adil. Mengatakan “cukup” untuk segala tindakan yang merampas hak kemanusiaan kami sebagai kaum pekerja.
Pada akhirnya, apa yang kami lakukan, adalah upaya menghargai kemanusiaan, sebenar-benarnya, selengkap-lengkapnya.
Hong Kong, 25 Mei 2008
Dibacakan dalam launching Sekar Bumi, di Hotung Secondary School, Causeway Bay, Hong Kong pada 25 Mei 2008
Labels: TENTANG KAMI
Friday, 22 February 2008
Pengurus Sekar Bumi
SEKAR BUMI HONG KONG
Masa Bakti : 2007 - 2008
Ketua Anan
Sekretaris Jenderal Etik Juwita
Bendahara Dwi Sekar
Wakil Bendahara Keke
Hubungan Antar Organisasi dan Massa Carik
Koordinator Bidang Anggie Camat
Koordinator Bidang Tari Tradisional Dwi B Emas
Koordinator Bidang Modern Dance Deo Mandala
Koordinator Bidang Sastra & Jurnalistik Rubi Setia dan Yuki Sekar
Koordinator Bidang Teatre Tarini Sorita
Koordinator Bidang Musik Sekar Ayu
Labels: TENTANG KAMI
Friday, 25 January 2008
Tentang Kami
Berawal dari Kegelisahan...
BERAWAL dari kegelisahan kami, para Buruh Migran Indonesia (BMI) yang merasa butuh wadah untuk mengekspresikan kreatifitas, Sekar Bumi pun lahir.
Dalam wadah ini, kami belajar menghargai sebuah karya, apapun bentuknya, yang lahir dari pergulatan kami sebagai buruh migran Indonesia. Cerpen, puisi, tarian klasik, modern dance, nyanyian/vokal group, teater dan berbagai jenis kreasi lainnya adalah buah yang kami lahirkan.
Kami tak menyebut bahwa apa yang kami lakukan sempurna, tapi setidaknya dalam wadah ini kami belajar untuk menghargai orang lain. Kami saling belajar karena kami percaya bahwa tidak ada orang yang pintar atau bodoh, yang ada adalah mereka yang tahu lebih dulu dan yang tahu belakangan.
Dalam wadah ini, kami mempercayai proses. Semua orang bisa melakukan sesuatu jika ia punya kesabaran dan ketekunan untuk belajar, juga kerendahan hati. Kami belajar lewat melihat, mendengar, dan bertindak, juga mengemukakan pendapat.
Di Sekar Bumi, kami juga rutin menggelar diskusi, training, dan latihan untuk melahirkan buah-buah kreasi yang semakin matang. Kami punya kelas untuk penulisan, sastra, tari, musik, dan teater. Semua anggota bisa terlibat dan belajar.
Kami tak menutup kemungkinan jika ada jenis kreasi lain yang akan bergabung dalam wadah kami.
Namun di Sekar Bumi, apa yang kami lakukan tak semata berkreasi untuk sebuah pertunjukan singkat dan tanpa makna. Tapi wadah ini menjadi tempat untuk menempa kami menjadi BMI yang peduli. BMI yang bisa bersolidaritas terhadap berbagai masalah yang dialami para BMI lain.
Kami adalah sebuah keluarga yang kini tengah berada dalam gerbong kereta yang mulai melaju.
Jika Anda tertarik untuk bergabung, maka kereta kami akan menunggu. Kita akan bersama-sama berjalan untuk menggalang solidaritas di kalangan BMI lewat media kesenian kita. Hingga pada akhirnya, masing-masing dari kita tahu bahwa kita bukan sekadar “babu” yang hanya bisa disuruh, tapi seorang masinis yang tahu cara menjalankan kereta hidup kita.
Salam Budaya…
Labels: TENTANG KAMI




