Showing posts with label NEWS. Show all posts
Showing posts with label NEWS. Show all posts

Sunday, 2 November 2008

News

Pemerintah Ambil Jalan Pintas Atasi Pengangguran


Yukee Muchtar
*)


SEJUMLAH negara yang menjadi negarasa asal atau negara pengirim buruh migran sepertinya bakal mengambil jalan pintas dalam mengatasi masalah pengangguran di negaranya masing-masing.

Pernyataan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa Indonesia mulai tahun 2009 menargetkan pengiriman BMI sebanyak 1-2 juta pertahun adalah salah satu bukti tersebut. Dengan target tersebut, maka jumlah devisa bisa dinaikkan dari Rp 45 triliun menjadi Rp 75 triliun pertahun.

Terlebih jika pernyataan ini dikaitkan dengan pelaksanaan Global Forum on Migration and Development (GFMD) yang digelar di Filipina pada 29-30 Oktober ini.
Seperti diketahui, GFMD menekankan antara hubungan migrasi dan pembangunan. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Sementara pembangunan dan kemajuan dunia bisa tercapai jika semua negara membuka celah seluas-luasnya untuk perdagangan, jadi segalanya bisa diperdagangkan mulai dari kekayaan alam, barang, jasa bahkan manusia.

Telah kita ketahui bahwa pemerintah Indonesia tidak mampu menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan. Impor BMI adalah jalan pintas untuk mengurangi pengangguran. Hal semacam inilah yang dimanfaatkan GFMD.
Pinjaman kepada negara berkembang akan di hentikan olehnegara-negara maju kepada negara-negara miskin dan sebagai gantinya negara miskin akan mengirimkan tenaga kerjanya ke luar negeri sebanyak-banyaknya.

Selain dapat menghasilkan devisa negara, pengangguran di suatu negara akan berkurang. Namun sejumlah organisasi buruh mengkhawatirkan ini hanyalah jalan pintas yang bukan solusi terbaik bagi pekerja migran. Dikhawatirkan, hak-hak dan kesejahteraan para buruh migran justru akan berkurang. DI negara tujuan, bukan tak mungkin hak untuk libur tiap minggu, hak kesejahteraan dan serta cuti akan dikurangi. Gaji juga akan sangat sulit untuk bertambah.


GFMD memang datang untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di negara-negara berkembang dan miskin dengan menyediakan lapangan pekerjaan di negara-negara yang membutuhkan tenaga kerja yang selama ini hanya terpusat di beberapa negara atau benua akan dibagi rata kesemua negara-negara industri di selurah dunia.
Namun yang dikhawatirkan, gaji buruh menjadi fleksibel dan masa kerja terbatas. Ini membuat nasib buruh migran justru tak menentu.

Dengan demikian fungsi GFMD hampir sama dengan organisasi perdagangan dunia (WTO). Bedanya WTO adalah organisasi yang mengatur perdagangan barang dan jasa, sementara GFMD adalah organisasi perdagangan manusia secara lebih halus dan terorganisir.

*) Penulis adalah buruh migran Indonesia (BMI) Hong Kong. Saat ini menjabat sebagai Sekjend Sekar Bumi Hong Kong.

Read More......

Wednesday, 22 October 2008

News

Peringati Hari Pahlawan, Sekar Bumi Gelar Lomba


DALAM rangka mempererat tali persaudaraan antara sesama buruh migran Indonesia (BMI), sekaligus membangkitkan kembali semangat Hari Pahlawan di kalangan BMI, Sekar Bumi akan menggelar Lomba Tari Tradisional, Tari Modern & Karaoke di Yuen Long, pada Minggu (9/11) nanti.

Acara yang terbuka untuk seluruh organisasi BMI di Hong Kong ini menurut rencana juga akan dibarengi pula dengan peluncuran buku kumpulan puisi (antologi) karya-karya anggota Sekar Bumi yang terkumpul dari setahun terakhir ini.

Deo, ketua panitia acara tersebut dalam keterangannya melalui email menyebutkan bahwa untuk meneruskan semangat perjuangan itu, BMI perlu menggali potensi-potensi dalam dirinya menuju kemerdekaan buruh migran yang sesungguhnya.

Menyinggung tentang tempat yang pelaksaan lomba yang jauh dari tempat komunitas BMI biasa menghabiskan masa libur (Causeway Bay), Yukee Muhctar, Sekjen Sekar Bumi mengatakan bahwa diperlukan juga usaha-usaha pemerataan kesempatan bagi seluruh BMI di mana pun dalam upaya memperkenalkan organisasi Sekar Bumi pada para BMI di Yuen Long.
"Dengan mengadakan kegiatan seperti ini kami berharap hubugan persaudaraan akan semakin erat, apalagi kalau kawan-kawan tertarik untuk bergabung dengan Sekar Bumi sehingga kita bisa meningkatkan kegiatan berkesenian sebagai alat memupuk rasa percaya diri secara bersama-sama,” ungkapnya.

Dalam lomba ini juga akan disediakan tropi dan sertifikat. Untuk keterangan selengkapnya dapat menghubungi: Carik (92064720), Dwi B Emas (60909268), Yukee (95182874), Aliyah (96874071)

Read More......

Friday, 29 August 2008

News

Parade Puisi Kemerdekaan


Tarini Soritta/Etik Juwita

MASIH dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-63, Sekar Bumi menggelar parade puisi kemerdekaan 2008 di Tenda Putih, Victoria Park pada Minggu (17/8) lalu. Acara ini dilaksanakan setelah sebelumnya Sekar Bumi menggelar upacara bendera di taman yang sama.


Diikuti oleh sekitar 20 orang anggota Sekar Bumi, parade puisi yang mengangkat tema “Lewat Syair Puisi Kita Suarakan Kemerdekaan BMI Selaku Warga RI” itu, lumayan menarik perhatian BMI yang kebetulan sedang menghabiskan masa liburnya dan berlindung di bawah tenda putih karena cuaca sangat panas.

"Ternyata, diam-diam BMI mempunyai talenta berpuisi yang lumayan bagus, mengingat latihan-latihan yang dilakukan di organisasi selama ini tidak terlalu intensif," ungkap Tarini Soritta yang bertugas sebagai koordinator acara ini.

Ia menambahkan, pada umumnya puisi para peserta bertema kemerdekaan, beberapa bahkan berjudul Merdeka. Padahal kalau disimak, intinya menyuarakan bahwa rakyat, khususnya BMI, belum merasakan kemerdekaan itu sendiri.

Kutipan syair peserta diantaranya: Tak pernah menyesal menjadi bagian darimu/Tak pernah sekalipun kami mengeluh telah lahir menjadi putra putrimu.

Ini tampak seperti sebuah puisi yang menggambarkan perasaan nasionalisme atau cinta tanah air yang begitu kuat.

Namun di tengah rasa cinta ini, ada kegetiran yang mesti mereka telan, seperti potongan syair dari salah satu peserta: Si kaya selamat sementara yang miskin semakin sekarat

Menurut panitia penyelenggara kegiatan, puisi-puisi peserta parade puisi itu akan dibukukan dalam sebuah buku antologi puisi Sekar Bumi. ***

Read More......

News


Peringati HUT RI
Sekar Bumi Gelar Upacara Bendera di Victoria Park

Puri Hastomo


DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-63, Sekar Bumi menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di Taman Victoria, Minggu (17/8) lalu. Acara diikuti oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari anggota Sekar Bumi dan Buruh Migran Indonesia (BMI) yang kebetulan melewati tempat diselenggarakanya kegiatan.


Meski sempat mendapat larangan dari petugas taman karena mengundang banyak perhatian pengunjung, upacara berjalan dengan hikmat. Berlangsung sekitar sepuluh menit, dalam upacara ini juga sempat dibacakan naskah-naskah sebagaimana layaknya upacara resmi lainnya, seperti pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Buruh Migran Indonesia, Undang-undang Dasar Buruh Migran Indonesia tahun 2008 dan Lima Tuntutan BMI Hong Kong.

Naskah-naskah yang sekilas mirip teks-teks resmi upacara kenegaraan itu adalah naskah-naskah gubahan Sekar Bumi. Undang-undang Dasar yang dibacakan antara lain berbunyi "… bahwa sesungguhnya, BMI adalah warga negara Indonesia, dan oleh sebab itu maka segala bentuk penindasan dan penjajahan atas BMI harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan peri-kemanusian dan peri-keadilan…"

"Kami ingin juga berupacara untuk memperingati HUT RI. Tapi, untuk bisa ikut upacaranya KJRI itu, bagi kami sulit. Karena mereka punya syarat-syarat yang sulit, seperti, kita harus pakai celana panjang, harus merah-putih. Saya sendiri pernah diusir gara-gara menurut mereka baju yang saya pakai tidak sesuai,” jelas Ketua Sekar Bumi, Anggi, yang bertindak sebagai pembina upacara.

Anggi mengisahkan, kawannya yang hendak mengikuti upacara di Wisma Konjen RI, Minggu (17/8) lalu diusir tidak boleh ikut upacara dengan alasan sama. Padahal, menurut Anggi, ia berpakaian sopan, tidak ketat, tidak kotor, juga tidak robek-robek.
“Maka, kita selenggarakan upacara sendiri dengan fasilitas yang kami bisa, semua dengan semangat bangga menjadi bangsa Indonesia. Merayakan HUT RI itu kan hak kami sebagai orang Indonesia,” ungkapnya.

Kebanggan senada juga sempat diungkapkan oleh peserta upacara. "Saya merasa bangga dan senang bisa mengikuti upacara, apalagi melihat teman-teman yang sangat semangat mengikuti jalannya upacara, padahal sangat panas sekali hari ini." ujar Ika, seorang anggota baru Sekar Bumi kepada JangkaR.

Selain Sekar Bumi, HUT RI ke-63 yang tepat jatuh di hari Minggu juga dirayakan oleh berbagai organisasi BMI di Hong Kong dengan berbagai cara. Ada yang aksi maupun menggelar survei BMI yang menjadi korban pungutan agen.***

Read More......

Tuesday, 22 July 2008

News

Sekar Bumi

Gelar Kongres Pertama


Zando Aurelia

ANGGI (41), buruh migran Indonesia (BMI) asal Malang terpilih sebagai Ketua Sekar Bumi 2008 -2009, dalam Kongres I organisasi tersebut yang digelar di Wanchai, Minggu (6/7).
Dalam pemilihan tersebut, Anggi berhasil mendapat 18 suara dari 40 suara anggota yang hadir. Ia menggantikan Anan WB, BMI asal Madiun, yang menjabat Ketua dalam periode sebelumnya. Sementara posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) ditempati oleh Yukee Muchtar (28), BMI asal Jepara, menggantikan Etik Juwita, BMI asal Blitar.
JangkaR, Anggi mengatakan bahwa mulai tahun ini Sekar Bumi juga akan fokus dalam mengembangkan bidang advokasi BMI. “Ini mengingat kawan-kawan harus tahu isu-isu BMI sekaligus hak-hak mereka. Jadi selain ‘melawan’ lewat seni, juga berjuang lewat advokasi,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi BMI di Hong Kong sangat memprihatinkan dengan melihat masih banyaknya kasus ketenagakerjaan yang dialami BMI di Hong Kong.
Sebagai organisasi yang independen, Anggi mengatakan bahwa Sekar Bumi akan tetap mendukung organisasi manapun asal itu untuk kepentingan buruh migran. “Organisasi boleh beda tapi tujuan kita tetap sama. Yang penting kita galang terus persatuan,” jelasnya.
Sekar Bumi berdiri pada 22 Juli 2007 dan resmi mendeklarasikan diri sebagai organisasi Seni dan Budaya pada 25 Mei yang lalu.
Dalam Kongres I disepakati untuk memperluas divisi, sehingga saat ini ada tiga divisi, yakni Divisi Sastra dan Jurnalistik, Divisi Seni Budaya, dan Divisi Pendidikan dan Advokasi. ***

Read More......

News

Editorial

S
ebuah Awal

BANYAK hal terjadi di bulan Juli. Di tingkat internal, Sekar Bumi berbenah dalam Kongres I yang digelar awal bulan ini. Bukan hanya pengurus yang berganti, tapi juga penambahan bidang atau divisi. Meskipun tetap fokus pada pemberdayaan seni dan budaya sebagai media “perlawanan” buruh migran, Sekar Bumi juga mulai mempertimbangan soal advokasi. Hal ini terjadi karena dalam kenyataannya, masih banyak buruh migran yang tak paham akan hak-haknya dan tak tahu harus berbuat apa ketika hak-hak mereka dilanggar. Padahal ini pengetahuan dasar dan sangat prinsip bagi buruh migran.
Sementara di tingkat eksternal atau komunitas buruh migran Indonesia di Hong Kong, ada empat putusan penting yang dibuat. Pertama, kenaikan upah minimum standar sebesar HK$100. Kedua, diloloskannya Undang-Undang Anti Diskriminasi Rasial oleh parlemen Hong Kong. Ketiga, dihapusnya levy atau pajak untuk majikan yang mempekerjakan pekerja rumah tangga asing. Dan terakhir atau keempat, adalah diturunkannya biaya penempatan BMI di Hong Kong dari HK$21.000 menjadi sekitar HK$14.000 (belum termasuk pajak).
Empat keputusan tersebut memang masih jauh dari harapan dan tuntutan perjuangan yang selama ini dilakukan oleh BMI di Hong Kong. Dalam hal standar upah minimum, gaji HK$3580 jelas tak bisa disebut “naik” mengingat kita pernah menerima gaji sebesar HK$3860. Belum lagi mengingat tingginya inflasi yang membuat harga semua kebutuhan naik.
Sedangkan soal UU Anti Diskriminasi Rasial bisa dikatakan nyaris tak ada gunanya bagi buruh migran karena aturan two-week rule yang sangat diskriminatif malah sama sekali tak dibahas.

Sementara soal penghapusan levy juga tak akan berdampak jika upah buruh migran tak diperbaiki dan dana dari levy yang terkumpul sebelumnya tak dipakai untuk buruh migran.

Dan soal penurunan biaya penempatan juga masih jauh dari harapan karena yang selama ini kita persoalkan adalah sebuah “pengutipan”sistematis dimana tak pernah jelas biaya sebesar itu dimanfaatkan untuk apa saja.

Tapi meskipun demikian, semua hal yang terjadi di bulan Juli ini, bisa menjadi sebuah awal bagi Sekar Bumi, dan komunitas serta organisasi buruh migran lainnya, untuk semakin serius dan fokus dalam memperjuangkan realisasi kesejahteraan para buruh migran. (E-1) ***




Read More......

Tuesday, 24 June 2008

News

Sekar Bumi
Membangun Kesadaran lewat Seni Budaya

Tugiyah*)

HARI Minggu (25/5), Hotung Secondary School tampak beda dari Minggu sebelumnya. Hari itu tampak beberapa Buruh Migran Indonesia (BMI), mengenakan pakaian tradisional, ada juga yang memakai baju komprang dengan macam-macam atribut. Tampak juga di halaman depan berkibar sang Saka Merah-Putih bersanding dengan bendera Sekar Bumi.


Minggu itu, Sekar Bumi mengadakan launching dan juga peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Tema yang diusung yaitu “BMI, Nasionalisme, dan Kebangkitan Budaya”. Sebuah persembahan anak negeri yang diisi pembacaan puisi, cerpen, orasi kebudayaan, hip-hop, modern dance, teater, juga lagu-lagu perjuangan. “Acara ini kami adakan untuk mengenalkan Sekar Bumi kepada umum,” jelas Ketua Panitia, Anggie Camat.

Tari tradisonal sendiri menampilkan tari Merak, Garuda Nuswantara, dan tari Jumpritan. Tari Merak yang di tampilkan kali ini berbeda dari yang sudah pernah ditampilkan oleh beberapa kawan BMI. “Kalau biasanya kawan-kawan dari organisasi lain menampilkan tari merak tradisional, kita buat yang beda. Kali ini kami nari Merak Wetanan,” jelas Koordinator Tari Sekar Bumi, Dwi.

Launching ini juga dihadiri para tamu undangan dari Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI), Chinese University, juga dari sektor swasta dan juga kawan-kawan dari organisasi lain.

Sekar Bumi juga mempersembahkan teater yang berjudul “Akhir D2”. Berkisah tentang suka duka BMI yang merantau ke Hong Kong. Persembahan teater ini dibawakan dengan apik hingga membuat penonton hanyut dalam keharuan bahkan sampai menangis. Selain dari Sekar Bumi, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan pertunjukan dari organisasi lain, antara lain CK Dancers, Pelangi Dancers, Terali, Forum Lingkar Pena (FLP), Singo Umboro, dan sebagainya.

Acara ini disponsori oleh Berita Indonesia (BI), Chandra Remittance, Public Finance Limited, juga oleh JangkaR.

*) Tugiyah adalah anggota Sekar Bumi dan saat ini bekerja sebagai buruh migran Indonesia (BMI) Hong Kong


Read More......

News


Tari Babu Memukau Penonton

Zando Aurelia*)

GUNA memperkenalkan adat dan budaya antar bangsa, Philindo Association menggelar acara kompetisi tari dan menyanyi. Acara diadakan di Just dance Café, Minggu (1/6) lalu dan diikuti oleh puluhan organisasi buruh migran asal Indonesia dan Filipina.


Nampak dalam acara kompetisi tersebut, tim Sekar Bumi benar-benar menjadi perhatian penonton dan menjadi peserta lomba tari yang kebanjiran pujian. Pasalnya, tarian yang mereka suguhkan memang lain dari pada yang lain. Mereka memberi nama “tari babu”. Tarian ini mengisahkan aktifitas pekerja rumah tangga setiap hari. Dari mulai bangun tidur, bersih-bersih rumah, belanja sampai saat melayani sang majikan di rumah.

Atas karya kreatif tersebut, mereka berhak mendapatkan menjadi juara 1 lomba tari sekaligus menjadi peserta lomba tari dengan penampilan terbaik karena kostum yang mereka kenakan juga tergolong unik. Koordinator Tari Modern Sekar Bumi yang juga pencipta tari babu, Tarini Sorrita, kepada JangkaR mengatakan, bahwa ide terciptanya tari babu tersebut karena tidak lepas dari keberadaan buruh migran di Hong Kong yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

“Saya cuma pengin nunjukin, bahwa kami juga menciptakan tarian yang bukan sekedar tari. Tapi tarian kami juga ada maknanya. Dengan tari babu tersebut, kami ingin menunjukkan bagaimana aktivitas kami sebagai PRT,” jelas perempuan asal Cirebon ini.

Dengan diadakannya kompetisi semacam itu, diharapkan kerukunan dan persatuan antar buruh migran bisa lebih terjalin. Dan menurut rencana, acara serupa juga akan diadakan di waktu mendatang.

*) Zando Aurilia adalah anggota Sekar Bumi Hong Kong, saat ini bekerja sebagai BMI di Hong Kong

Read More......

Friday, 30 May 2008

News

Sekar Bumi
Ingin Tumbuhkan Perlawanan pada Ketidakadilan *)

LEWAT SENI KAMI MELAWAN

seni yang kami miliki
tak lahir dari sebuah ilusi,
tapi muncul dari tetes keringat dan air mata kami,
dari pergulatan tak henti
karena dipaksa pergi dari tanah air sendiri.
jika kini, kami memutuskan melawan,
itu bukan demi kekuasaan,
tapi upaya menghargai kemanusiaan,
sebenar-benarnya,
selengkap-lengkapnya.

Puisi tersebut dipampang di halaman depan salah satu blog milik Sekar Bumi. Dalam puisi tersebut terbayang adanya penindasan, ada penderitaan, ada semangat, ada perjuangan. Dan semua yang dilakukan dalan kreativitas seni, ''itu bukan demi kekuasaan,/ tapi upaya menghargai kemanusiaan,/ sebenar-benarnya,/ selengkap-lengkapnya//.’’ Sungguh mulia!

Menurut Etik Juwita, Sekar Bumi terbentuk hampir setahun lalu, tepatnya pada Juli 2007, berawal dari bincang-bincang beberapa BMI Hong Kong yang memiliki beberapa aktivitas berbeda di samping aktivitasnya sebagai pekerja migran pada majikan. Di antara pembentuknya ada yang menggeluti tulis-menulis, ada yang menggeluti organisasi politik, dan ada pula yang menggeluti seni tari.

Pembentuknya ada sekitar 25 orang. Selain Etik Juwita yang selama ini menggeluti dunia tulis-menulis, ada Anggi Camat yang menggeluti dunia tari dan pernah jadi ketua Sanggar Budaya. Juga ada Anan yang duduk di kepengurusan Indonesian Migrant Worker Union (IMWU) dan sekarang menjadi ketua Sekar Bumi. Ada juga Tarini Sorrita si penulis kumpulan cerpen Penari Naga Kecil. Lalu, Dwi Sapon yang pernah jadi guru menari di Sanggar Budaya, Aliyah Purwanti yang jadi kontributor Tabloid Suara, dan seterusnya. Dari 25-an orang pembentuk Sekar Bumi itu, kata Etik Juwita, sekarang sebagian sudah kena gusur seleksi alam, sebagian sudah pulang kampung.

"Kita memutuskan untuk membentuk Sekar Bumi dulu, memang karena kita merasa sedang dibutuhkan suatu wadah yang kuat untuk menggugah rasa kesadaran kawan-kawan sebagai buruh migran, membangun rasa percaya diri kawan-kawan melalui kebebasan berekspresi. Pada akhirnya nanti, mungkin, akan bisa menumbuhkan rasa perlawanan pada ketidakadilan yang diderita kawan-kawan secara umum sebagai buruh migran,’’ ungkap Etik Juwita yang BMI asal Kabupaten Blitar.

Anggota Sekar Bumi sekarang sudah banyak. ''Yang daftar sih seratusan orang lebih, cuman kemudian yang aktif sekitar 80 orang. Mungkin karena sifatnya seperti 4 organisasi jadi satu,'' kata Etik yang mengaku tiap hari Minggu repot dengan kawan-kawannya di Sekar Bumi. ''Prinsipnya, semua kawan BMI dari background organisasi apa pun sejauh ini tetap bisa masuk jadi anggota Sekar Bumi,'' tambah Etik yang salah satu cerpennya mendapat Anugerah Sastra Pena Kencana sebagai salah satu cerpen terbaik Indonesia 2008 dan, dengan demikian, cerpen tersebut masuk dalam buku 20 Cerpen Terbaik Indonesia 2008 yang diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Februari 2008.

Menurut Etik Juwita, Sekar Bumi yang aktivitasnya berpusat di Wanchai, Hong Kong, ini memilik konsentrasi utama di bidang sastra dan budaya. ''Jadi, bukan religi dan politik,’’ katanya. Ada beberapa tangkai aktivitas, yakni sastra dan jurnalistik, seni tari baik tradisional maupun modern, teater, dan seni musik dan olah vokal. Ke depan, tangkai aktivitas Sekar Bumi masih dimungkinkan untuk bertambah.

Bikin Buletin

Untuk mewadahi hasil kreativitas anggota sekaligus sebagai media informasi, sejak Maret 2008 lalu, Sekar Bumi menerbitkan Buletin Jangkar dan membuka dua bua blog di internet.

Jangkar merupakan buletin bulanan. Buletin ini berisi berita umum, opini, cerita, dan puisi. Juga ada editorial. Jangkar dicetak di atas kertas A5 dilipat. Formatnya seperti koran. Pengisi buletin tersebut adalah anggota Sekar Bumi. ’’Jangkar sekarang baru 4 halaman karena persoalan dana. Kalau tulisan sih lumayan banyak,’’ kata Etik seraya menambahkan bahwa dana untuk penerbitan Buletin Jangkar berasal dari uang kas organisas
i. Uang kas tersebut dikumpulkan dari iuran anggota. Buletin ini tidak dijual alias gratis.

Selain Buletin Jangkar, Sekar Bumi masih punya dua buah media publikasi lain, yakni dua buah blog di internet. Alamat blog Sekar Bumi adalah http://sekarbumihk.blogspot.com/ dan http://sekarbumihk.multiply.com. ’’Bikin dua blog untuk publikasi online. Itu supaya kalau nggak bisa naik ke Jangkar, masih bisa nongol di blog. Jadi, nggak ada yang terbuang. Di sini lebih longgar aturannya. Prinsipnya agar tetap mendorong kawan-kawan menulis,’’ kata Etik.

Kalau Buletin Jangkar terbit bulanan, blog Sekar Bumi update setiap hari. ''Untuk tulisan yang akan muncul di Jangkar disimpan dulu. Editing kita ada yang bantuin'' kata Etik.

Pada 25 Mei 2008, Sekar Bumi di-launching. Selamat! Semoga Sekar Bumi mampu menjadi wadah kreativitas dan menghasilkan insan-insan seni serta karya-karya seni yang semakin berkualitas! [KUS]

*)Artikel ini pernah dimuat di koran Intermezo yang terbit di Hong Kong

Read More......

Friday, 22 February 2008

News

Rutin di demo, KJRI Revisi SE. NO. 2258

FERRY Adamhar, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, telah mengumumkan draft revisi Surat Edaran No. 2258/IA/XII/2007 pada Minggu (17/2) di hadapan massa unjuk rasa. Pengumuman itu disampaikan setelah berlangsung dialog antara dua aliansi organisasi di Hong Kong, Aliansi Tolak SE 2258 dan Persatuan BMI Tolak Overcharging (PILAR) dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Dalam dialog yang berlangsung tertutup untuk lima orang perwakilan dari masing-masing aliansi itu, Konjen sempat mengakui kesalahan dengan telah mengeluarkan surat no.2258 yang langsung mendapat kecaman dari berbagai elemen o
rganisasi buruh migran di Hong Kong.

"Saya mengakui, saya seperti telah mengeluarkan 'blank check', seperti 'out of the blue' tiba-tiba ada surat itu. Ini karena saya tidak tahu soal potongan berturut-turut yang dialami TKI selama tujuh bulan, lalu dipotong lagi bulan berikutnya bila ia pindah majikan dan seterusnya itu." kata Ferry dalam pembukaan dialog.

Ferry mengakui masalah potongan tujuh bulan gaji dan terminate (pemecatan) setelah habis masa potongan adalah salah satu masalah yang dia mau selesaikan. "This is one thing I wanted to deal with." tegasnya.

Ini pula sebabnya ia mengadakan Welcoming Program untuk BMI yang pertama sekali datang ke Hong Kong yaitu dengan menjelaskan hak-hak dan kewajiban BMI selama bekerja di Hong Kong. Dia juga berjanji akan mengupayakan agar KJRI buka pelayanan pada hari Minggu. "Minimal untuk pelayanan yang langsung berkaitan dengan TKI. Saya juga akan mengusahakan agar pengurusan paspor bisa selesai dalam masa satu hari saja," imbuhnya.

Ferry juga mengatakan ia telah menyiapkan draft surat susulan yang sebelumnya telah diberitahukan kepada Sumiati dari Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Kotkiho) dan Eni Lestari dari Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI). Surat yang ditujukan kepada agency anggota APPIH itu mengatur mekanisme perpindahan agen bagi nakerwan. Tetapi tidak disebutkan bagaimana nasib surat sebelumnya.

"Bila surat yang lama itu belum jelas statusnya, surat yang baru sama aja bohong, Pak." ujar Sumiati yang akrab dipanggil Mia.

Pernyataaan Mia itu dipertegas oleh pernyataan Eni. Ia mengatakan apapun bentuk kalimat yang dipakai asal esensinya sama bahwa surat yang lama tidak lagi diberlakukan, pihaknya akan menerima.

Maka, kemudian diusulkan oleh Ferry kalimat poin ke lima, yang meski tidak mencantumkan kata dibatalkan, telah membuat SE No.2258 tidak berlaku lagi.

Namun meski pembahasan surat selesai, Ferry masih menangguhkan pengumuman resmi mulai berlaku surat baru tersebut dengan alasan pihaknya perlu menyetorkan surat tersebut ke Jakarta terlebih dahulu.

Kontan pernyataan Ferry itu langsung dibantah oleh Eni yang mengatakan ia telah berbicara langsung dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Jakarta yang menegaskan bahwa pihak BNP2TKI tidak tahu-menahu akan SE No.2258 yang menuai kecaman itu. "Bila membuat yang dulu saja tidak diperlukan laporan ke Jakarta, mengapa yang sekarang perlu?" tanya Eni yang diiyakan Mia dan delapan wakil anggota aliansi yang lain. Ferry berjanji ia akan mengumumkan resmi berlakunya surat yang baru itu paling lambat Jum'at (22/7) ini.

Dialog yang berlangsung selama hampir dua jam itu berakhir dengan kebersediaan Ferry Adamhar untuk membacakan draft surat susulan yang telah ditandatangani oleh kesepuluh wakil anggota aliansi yang ikut berdialog di hadapan ratusan buruh migran Indonesia yang telah menggelar aksi sejak pagi di depan Gedung KJRI yang kemudian disambut gegap gempita oleh peserta aksi demo. (E J)

19 Pebruari 2008

Read More......