Mayat
Erin Kumalasari
Hawa musim panas yang membakar kulit,
menjadikan tubuhku basah bermandi keringat.
Hanya demi sekeping dolar,
ku pergi ke Hong Kong dengan merangkak,
di sini aku tak memiliki sebuah hak.
Peluh dan air mata basahi sekujur tubuhku,
tapi aku belum pernah rasakan hasil manisnya jerih payahku,
semua telah dirampas oleh orang-orang serakah,
yang dulu bermulut manis, tapi sekarang menjadi bisa ular.
Dari hari ke hari tubuhku tinggal kulit pembalut tulang,
dari waktu ke waktu, aku bertanya di mana letak kemanusiaan,
tidak seorangpun mendengarku, karena aku terkurung dalam pagar besi
Rumah majikanku seperti neraka, tuan dan nyonya ibarat malaikat malik
Jika mereka mendengar, mengetahui, dan melihatku
aku telah menjadi mayat yang terbujur kaku
Tapi aku percaya aku akan berada di surganya
dan majikankku akan kekal dalam neraka sana.
Thursday, 7 August 2008
Puisi
Labels: PUISI
Wednesday, 2 July 2008
Puisi
Bunda
Oleh Leondha
Banyak cerita indah yang teringkas
menjadi satu bait peristiwa
banyak pula kepahitan
menjadi seutas tragedy
Bunda...
Kau hadirkan aku dalam duniamu
kau perkenalkan aku dengan sang api, air, udara, dan tanah
kini mereka jadi balutan kehidupanku
Bunda...
Terima kasihku untukmu
dengan sutra panjangmu
ku tertidur lelap di pundakmu
tanpa lelah kau terus mengitari peredaran waktu
Bunda...
Ku hampiri waktu yang berjalan
kau tiupkan masamu hingga aku tumbuh dewasa
hingga saatnya...
kupersembahkan permata tuk menghiasi senyummu
Semuanya kuberikan dengan ketulusan
Dengan rasa cinta dan kasih sayang
Labels: PUISI
Monday, 2 June 2008
Puisi
Tentang Guru di Sebuah Negeri
Tugiyah *)
Di sana…
Di negeriku…
Guru tak lagi jadi pahlawan
Karena tak adanya kesejahteraan
Cara apapun dihalalkan
Hingga soal ujianpun dibocorkan
Mereka yang berduit, tak usah lagi kesulitan
Sodorkan uang, beres urusan
Kini ketika semua terbongkar
guru digelandang umpama tahanan
Mereka dijebloskan dalam pengapnya penjara
bahkan kecaman datang dari mana-mana
Adakah ini semua salah mereka?
Tidakkah selama ini ketidakadilan membelenggu hidup mereka?
Keringat dan dan pikiran mereka hanya dihargai
dengan sebutan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”
Wahai tuan yang duduk di dewan,
lihatlah nasib mereka,
berikanlah keadilanmu
karena dari tangan mereka akan tercipta
generasi penerus bangsa
Hong Kong, 11 Mei 2008
Labels: PUISI
Saturday, 15 March 2008
Puisi
U t a n g
Anggie Camat *)
Yak opo rek...urip kok nggrangsang
Nyambut gawe seprono seprene,sik panggah kurang
Salah oleh prei arang-arang
Mbayare kurang, nek mbayar dienggang-enggang
Tangi turu, wes diseneni
Nyandak gawean, yo sik didongengi
Opo maneh iso ndelok tivi... durung nglirek, wes dipateni. K
ok yoo becik... nasib TKW iki
Awak kesel, raenek sing mijeti
Saben dino...diungkrengi, diprenguti, dipethuthuti
Untung-untungan ra tak ledeni, ra tak lebokne ati, ra tak entuti.
Opo maneh sing aran bobo alias si mbah
Sak Hongkong koyo-koyo digebyah uyah
Sembarang gawean jare sik salah Mencak-mencak ora nggenah.
Njelalah kersaning Gusthi Allah Nggeblak mlumah ngaplah-ngaplah
Olala… mbah... mbahhh Njalokmu pow kudu disembah.
Lek dipikir... penak wong lanang
Duduk manis karo ongkang-ongkang
Nek ditilpun.... kon gage kirim uang
Opo rangerti, nek bayarane iki ulanan
Sing dikirim wingi kae yo duwit utangan
Ora mek thithik, malah sak gudang
Mbok melu mikir tho kaaaannggg... kang.
Bojomu iki, dudu perancang.
Sekali nggambar... jadilah uang lalu cepet-cepet dikirim pulang
Njleketheeekkk... ko ngomah, mbok ngge nyaur utang
Waduh… aduh-aduh kaaaaaannng... bojoku lanang
Karep ati se... pingin ndang-ndang pulang kandang
Turu kelonan sambil bergoyang, berdendang riang
Pow iso kelakon, nek sik terus nanggung utang .
Lha iyo tho rek... nasib kok soro.
Nang negorone tonggo... keloro-loro.
Yoo...h...ra popo... legowo
Sing penting, nggolek upo, ra nggolek doso
Iman lan taqwo marang sing Kuoso Mugo-mugo mbesuk klebuo swargo
Maaaaaaaaaaaaaakkkk! dongakno yoo anak riko!
*) Anggie Camat, saat ini aktif di organisasi Seni & Karya Buruh Migran Indonesia (Sekar Bumi) sebagai koordinator bidang sastra dan budaya.
Labels: PUISI
Thursday, 13 March 2008
Puisi
Majulah Perempuan
Tugi Sekar *)
Kau terlahir sebagai perempuan
Kau makhluk lemah tapi menguatkan
Penuh kasih dan juga kelembutan
Takkan sukses kaum adam tanpa kau di belakang
Namun, kadang kau disia-siakan
Dianggap hanya pemuas nafsu setan
Dihina, dimaki tanpa belas kasihan
Wahai kawanku… majulah lawan ketidakadilan
Buktikan kau tak bisa diremehkan
Dari rahimmu terlahir putra-putri terbaik bangsa
Dengan didikan dan kasihmu damai dunia
***
Izinkan Aku kawan
Oleh: Tugi
Kawan…
Izinkan aku menatap
Berucap… dan mengharap
Ingatkan aku saat aku tersesat langkah
Ingatkan aku saat lemah menghantam
Bantu aku dari keterpurukan
Bantu aku mencari jalan terang
Kawan…
Kemesraan ini jangan pernah usang
Walau godaan dan ujian menghadang
Satu kalimat sebagai azimat ketulusan
Kumenyayangimu kawan…
HK, 8 Maret 2008
*) Tugi Sekar, saat ini aktif di Sekar Bumi (Seni & Karya Buruh Migran Indonesia) Hong Kong sebagai anggota di bidang sastra dan jurnalistik.
Labels: PUISI
Friday, 29 February 2008
Puisi
Pesan Arwah Seorang Babu
oleh :WD Anan
Waktu kupejamkan mataku
Jauh dinegeri asing
Tiba - tiba kulihat bayangan semu
Berdiri, mengepalkan tangannya
Matanya mengalirkan darah
Mulutnya mengucapkan kata
Kawan.....BALASKAN KEMATIANKU..!!!
Mereka menghajar,
Menginjak - nginjak tubuhku
Bahkan memperkosaku dengan hati binatangnya
Padahal,
Aku hanyalah seorang babu
Yang menjual tenagaku hanya demi REAL
Demi sesuap nasi untuk anakku
Demi menghentikan tangis anakku
Yang menginginkan sebuah boneka
Teriakku, tidaklah ada artinya
Teriakkku bisu, tak seorangpun mendengarnya
Teriakku padamu...
BANGUNKAN kawan - kawanku dari tidur panjangnya
Katakanlah...
Perjuangkan hidupmu..
Meskipun kau hanya seorang perempuan
Gunakan hakmu bagai sebuah mata pedang
Yang sanggup menumbangkan kokohnya peraturan
Kawan.....
Hidupku, hidupmu bukanlah sansak ditengah - tengah kalangan
Yang siap untuk ditinju dan ditendang
Oleh insan - insan yang bernyawa srigala
Bangkit dan bersatulah wahai kaumku
Jangan takut dan jangan menyerah
Kepalkan tanganmu kuat - kuat
Kibarkan panji - panji peperangan
Dan teriakan dengan lantang
"Aku Harus Menang"
HK, 17 Oktober 2007
Labels: PUISI
Friday, 25 January 2008
Puisi
Oleh: Rubi Setia
Dalam sunyi kumerangkak....
Tertatih....
Walau seribu luka menyayat ...kalbu...
Ku tak bisa lagi membedakan antara peluh..dan airmata...
Karena telah berbaur menjadi satu...
Dan menjadi kan senandung luka tanpa irama....
Apakah benar aku ini Pahlawan Devisa ??
Sedangkan keberadaanku hanya bagaikan debu....
Di mata mereka???
Ach.... aku tak tahu ...
Aku tak mengharap pengakuan itu....
Yang aku tahu....dan aku ingini..
Keluarga bisa makan hari ini...
Meski aku harus berjalan tertatih....
Dan meski aku harus merintih...
Tapi perjuanganku belum usai....
Read More......
Labels: PUISI
Puisi
Demi Masa
Oleh: Yuki Sekar
Terseok langkah-langkah tanpa arah
terdampar di persimpangan
bingung, bimbang dan takut
mencari sesuatu yang telah didapatkan
sesuatu yang sebenarnya telah dimiliki
namun tanpa disadari
Datang suatu masa menghentak jiwa
di kala hati sedang menghadapi pertarungan
mempertanyakan; apakah langkahku keliru?
apa yang aku cari dan inginkan?
bila semua ini akan berakhir?
Kesadaran pun menerangi
penyesalan menghantui, memangsa keterlenaan
mungkin...
waktu takkan lama lagi di sini
aku takut keduluan sang waktu
saat asaku terhempas oleh nafas fana
jiwaku terselimuti kalam baka
dingin, beku, tapa daya
Tuhan...
hari ini aku datang pada-Mu
bersimpuh dengan segala kepasrahan
dengan segenap rasa penyesalan
seribu permohonan dan pengharapan
Tuhan...
jangan biarkan jiwaku melang-lang
jangan biarkan jasadku dalam tangis kepiluan
bukakanlah selalu untukku, Tuhan....
ketika kuketuk berjuta pintu ampunan....
Hong Kong, December 13th, 2007
Labels: PUISI



